Banda Aceh, 26 Agustus 2026 — Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Wisuda Lokal Program Doktor dan Magister Periode Mei–Juli 2026 pada Rabu (26/8). Selain menjadi momentum perayaan capaian akademik para lulusan, pelaksanaan wisuda kali ini turut membawa semangat “Green Graduation” sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Konsep Green Graduation diterapkan dengan mendorong para wisudawan dan orang tua/wali untuk membawa tumbler atau tempat minum pribadi, sekaligus menerapkan kebijakan tidak menggunakan botol kemasan plastik sekali pakai di lingkungan Sekolah Pascasarjana selama kegiatan berlangsung. Sebagai bagian dari fasilitas pendukung, SPs USK menyediakan Refill Water Station di area wisudawan sehingga peserta dapat mengisi ulang air minum menggunakan wadah pribadi. Langkah tersebut menjadi bentuk sederhana namun konkret dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada kegiatan akademik.

Pelaksanaan Green Graduation ini sekaligus memperluas makna wisuda sebagai sebuah kegiatan akademik yang tidak hanya merayakan keberhasilan pendidikan, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap lingkungan. Melalui kebiasaan membawa wadah minum sendiri dan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, SPs USK berupaya menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan dapat diterapkan dalam aktivitas kelembagaan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan seremonial di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam wisuda lokal tersebut, Wakil Direktur Bidang Akademik SPs USK, Afnan, S.Kom., MM(T)., M.Sc., Ph.D., menyampaikan laporan akademik mengenai capaian lulusan periode Mei–Juli 2026. SPs USK mewisuda 91 lulusan, yang terdiri atas 34 lulusan program doktor dari empat program studi dan 57 lulusan program magister dari enam program studi. Dari keseluruhan lulusan tersebut, 43 orang berhasil meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude), terdiri atas enam lulusan program doktor dan 37 lulusan program magister.

Pada jenjang doktor, para lulusan memiliki IPK rata-rata 3,95 dengan masa studi rata-rata 4 tahun 9 bulan, sedangkan pada jenjang magister IPK rata-rata mencapai 3,81 dengan masa studi rata-rata 2 tahun 1 bulan. Periode wisuda ini juga menjadi bagian dari proses internasionalisasi SPs USK dengan hadirnya dua mahasiswa internasional yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister, masing-masing dari Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu dan Magister Ilmu Kebencanaan.

Sementara itu, Direktur SPs USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., dalam sambutannya mengingatkan para lulusan agar senantiasa memaknai ilmu dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Beliau mengangkat kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir serta perumpamaan seekor burung yang mengambil sedikit air dari samudra sebagai gambaran keterbatasan ilmu manusia dibandingkan ilmu Allah SWT. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pencapaian gelar doktor maupun magister bukan alasan untuk merasa lebih tinggi, melainkan amanah untuk terus belajar dan memberikan manfaat.

Direktur SPs USK juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari pengorbanan keluarga, terutama orang tua. Gelar akademik yang diraih para wisudawan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan ketekunan mahasiswa, bimbingan dosen, dukungan keluarga, serta kerja seluruh unsur penyelenggara pendidikan. Karena itu, ilmu dan gelar yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut kemudian dilengkapi dengan penyampaian dari perwakilan wisudawan, Erizal dari Program Studi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS), yang mewakili para lulusan dalam menyampaikan refleksi dan apresiasi atas perjalanan akademik yang telah dilalui. Wisuda menjadi titik penting untuk menutup satu tahapan pendidikan sekaligus membuka tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh.

Melalui Green Graduation, SPs USK ingin menjadikan momentum kelulusan tidak sekadar sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kesadaran bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Penerapan pengurangan plastik sekali pakai dan penggunaan Refill Water Station menjadi langkah awal untuk mendorong penyelenggaraan kegiatan akademik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Konsep tersebut sejalan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui upaya mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan kembali wadah minum. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui pembentukan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, serta tetap berkaitan dengan SDG 4 (Quality Education) karena pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan.

#SDGs4 #QualityEducation #SDGs12 #ResponsibleConsumption #SDGs13 #ClimateAction #GreenGraduation #SPsUSK #USK

Categories:

Tags:

Comments are closed